Semoga

Merenungkanmu kini, menggugah haruku

Berbagai kenangan berganti, masa yang t’lah lalu

Sebenarnya ku ingin menggali hasrat untuk kembali…

Melukiskanmu lagi, di dalam benakku

Perlahan terbayang pasti garis wajahmu

Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas di situ…

Adakah waktu mendewasakan kita

Kuharap masih ada hati bicara

Mungkinkah saja terurai satu persatu

Pertikaian yang dulu, bagai pintaku…

Semoga…

Lihatlah ku di sini, memendam rindu

Setiap ku berseru, yang kusebut hanya namamu…

Adakah waktu mendewasakan kita

Kuharap masih ada hati bicara

Mungkinkah saja terurai satu persatu

Pertikaian yang dulu, bagai pintaku…

Sebenarnya kuingin menggali hasrat kembali

Kuharap agar kau mengerti…

Semoga…

Selama beberapa minggu ini ga tau kenapa lagu Semoga ini terngiang-ngiang di telinga gw, terutama liriknya yang “Adakah waktu mendewasakan kita, kuharap masih ada hati bicara”. Gw ga pernah segitu ngefansnya sama Kla, jd menurut gw itu cukup aneh ya 😀 Earworm ini makin menjadi2 selama 3 hari ini gara2 sebuah pertemuan hari Sabtu kemaren.

Wiken kemaren gw ada janji sama temen lama. Okay.. bukan bener2 temen sih hehehe… Singkatnya, dia adalah cowo yang berarti banget buat gw 6 tahun lalu, tahun terakhir gw kuliah. The one that got away… mungkin itu istilah yang tepat hehehe…

Dia cowo pertama yang bener2 bikin gw jatuh cinta. Di mata gw dia ideal banget lah pokoknya. Dia serba pertama buat gw:

  1. Dia cowo pertama yang main gitar buat gw (menjelaskan obsesi gw yang mendalam terhadap objek satu ini :P)

  2. Cowo pertama yang gw bawa ke kampus dan gw kenalin ke temen2. Dia bahkan nemenin gw ujian pendadaran. Yep.. he was that special to me!

  3. Dia cowo pertama yang bikin gw bersih2 kamar gw selama 6 jam (termasuk kamar mandi) karena dia mau dateng ke kost buat ngerjain tugas bareng. Hahaha… setengah jam sebelum dia dateng baru gw selesai. Dan ga malu2inlah karena dia cukup terkesan dengan ‘kerapian’ dan ‘kewangian’ kamar gw (termasuk kamar mandi). Hihihihihi…

  4. Dia cowo pertama yang gw inget dengan lagu. Dan lagunya adalah “If You’re Not The One”, Daniel Beddingfield (lagu bunuh diri banget ga sih hahaha).

  5. And last but not least, he’s the first guy that introduced me to heart-breaking experience 😛

Gw lost in touch sama dia sejak 5 tahun lalu. He never returns my phone calls, sms or e-mails. Then I hated him sooooooooo much. Beneran benci sampe sahabat gw (yang juga sahabat dia) gw minta berhenti cerita tentang dia. Gw muak aja. Saking jahatnya gw, waktu sahabat gw cerita kalo dia belum lulus juga dan bermasalah dengan skripsinya komentar pertama gw adalah: Rasain!

Emang ya hati cewe itu bener2 berbahaya. That’s why jangan jahatin cewe. Ada alasan yang logis di balik semua urban legends yang menampilkan hantu2 cewe seram berwajah murung 😛

Then he moved to Jakarta, got a job here (he didn’t finish his undergraduate because of the fore-mentioned reason). Dia ngebuzz gw di YM mengabarkan dia udah di Jakarta, yang mana gw tanggapi dengan reaksi sedingin es. Ya lagian, 5 tahun tanpa kontak dan dengan santainya mengabarkan ‘I’m back’. Dia ngerti kayanya kebencian gw dan ga hubungin lagi. Dua bulan lalu, gw yang mulai dewasa dan bijak (hoekkkkkk) kembali menghubungi dia. So we’re in touch again. And finally we met last Saturday.

The meeting was good. Bener2 closure buat gw lah, di mana gw keluarin semua unek2 gw dan dia menjelaskan apa yang terjadi from his part. He even apologized. Gw merasa nyaman sama dia. Bukan karena dia temen lama gw atau gw masih teringat akan romansa masa lalu, tapi karena dia dengan semua kedewasaan dan keterbukaannya sekarang membuat gw kagum. Iya sih.. dia tetep aja bikin gw klepek2 waktu dia main gitar di depan gw sambil menatap gw dalam2 (narasi yang terlalu berbunga2 :p). Ada kerinduan di dalam tatapan itu… And I just realized, I have forgiven him all along.

Jadi pertanyaan “Adakah waktu mendewasakan kita?” yang entah kenapa terngiang2 di kepala gw sejak sebulan lalu telah terjawab. Jawabannya adalah iya 🙂

Advertisements

8 Comments (+add yours?)

  1. sasti
    Jun 02, 2009 @ 15:32:30

    lagu itu memang punya sejuta makna, menggugah sebersit asa 🙂
    gut lak dear…

    Reply

  2. fennychandra
    Jun 02, 2009 @ 15:58:04

    iya.. lagunya dalemmmm ya Sas 😉
    thank you… aku biarkan semuanya mengalir aja. Jadi temen oke atau lebih kalo emang ada jodoh 😛

    Reply

  3. wippie
    Jun 02, 2009 @ 17:25:57

    lha iya..mknya…jangan keburu napsu nerima pak dokter ityu…..:D

    Reply

  4. fennychandra
    Jun 02, 2009 @ 17:35:52

    Tapi Pak Dokter kan jauh di Jogja 😀 hahaha…

    Reply

  5. ska
    Jun 05, 2009 @ 00:35:30

    gw paham apa yg lo alamin..
    emang dasarnya cwe ya fen, gampang membenci..gampang suka lg..xixixi…

    Reply

  6. thea
    Jun 05, 2009 @ 09:37:37

    dalem banget niii
    wis lah, gek ndang diputuske milih sing ndi:D

    Reply

  7. fennychandra
    Jun 06, 2009 @ 10:29:38

    @ Rizka: iya kali ya.. kalo sampe benci berarti pd dasarnya suka banget hehehe.. soalnya gw blm pernah benci sm cowo lain even sama yg terakhir itu 😛

    @ Thea: the doctor is coming tomorrow and I still feel uncertain >_< btw mau mbengi aku ketemu karo mas gitar hehehe… senengnyaaaaaaaa ^^

    Reply

  8. Trackback: (among all) The Pope, Weirdos, Nosebleed and Getting Married | Fenny's Pensieve

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: