Karena Kutahu Engkau Begitu (bagian 2-final)

Ini ketiga kalinya gw menulis ttg cowo KKEB ini 😀

Dan jangan khawatir pembaca yang budiman, ini adalah tulisan yang terakhir!

Tadi malem.

he: hi, how are u?

me: gud

he: long time no chat. You’ve been busy for the past weeks?

me: not really

he: are u sure?

me: yep

he: u still owe me a cup of coffee

long silence

me: u still owe me my money for buying u sinigang mix

u’ll never eat it anyway but I’d still charge 😀

he: sorry

I’ll make it up to you

me: it’s okay

he: really..I’m sorry

how about I treat u in a good movie?

long silence

he: are u still there?

Then I signed out.

Okay…gw pernah janji traktir dia ngopi 3 tahun lalu. Dan gw bukannya ga mau nepatin janji gw. Tapi kita berdua tau ini bukan cuma soal kopi.

Soal sinigang mix, tahun lalu gw ke Manila. Gw sms dia dari sana, dia mau nitip apa dari kampung halamannya (cowo KKEB ini kerja lagi di Jakarta sejak Agustus tahun lalu). Dia jawab tolong beliin gw 15 packs of sinigang mix (bumbu instan untuk masakan sejenis Tomyum). Gw beliin. Setelah gw balik gw nanya ini titipan dia gimana, apa mau gw kirim lewat kurir. Dia jawab, no..we’ll meet soon. So we set the place and time. Citos, 7 pm. I was there. For two hours. He didn’t show up.

Gw sms dia, calling him self-centered prick with no concerns of others’ feelings. Dia cuma bisa minta maaf. Berkali2, bilang dia ada masalah sama kerjaannya dan ga bisa ditinggal.

Dia itu sendok…yang udah ngaduk2 perasaan gw.

Temen gw Kampang bener, lawan dari cinta bukanlah benci, melainkan ketidakpedulian. Gw punya banyak alasan untuk benci dia, lebih dari ‘being stood up for two hours’ atau ‘his meaningless apologies’. Dia adalah latar belakang gw pacaran dengan cowo yang gw tau ga tepat buat gw, cuma karena gw patah hati :)) Itulah awal collateral damage sampe 3 tahun ke depan. Bagaikan teori domino, satu demi satu kartu gw berjatuhan. Gw putus nyambung (udah kaya lagu BBB aja :p ) sampe akhirnya putus juga. Gw mengubah rencana hidup gw untuk mengikuti si mantan ke luar negeri (and I quit my job) sampe akhirnya gw drop semua rencana itu karena gw tau gw ga pernah bener2 menginginkannya…dan karena si mantan pun berhenti menginginkan gw. Gw berusaha menata kembali hidup gw yang udah ga jelas ke arah mana. Kemudian, kartu terakhir jatuh. Gw suka sama temen mantan gw.

Kacau kan? Semuanya jadi ga enak. Terutama gw merasa bersalah karena mungkin pertemanan mereka terpengaruh in some ways. Dan itu salah gw. Tapi bisa dong kalo gw nyalahin si cowo KKEB yang menyeret gw ke dalam rentetan masalah ini? 😀 But the truth is: I don’t blame him. Kalo gw benci sama dia sama aja gw masih ‘merasa’.  Gw bangga dengan cara gw menangani semua ini. Tanpa drama, tanpa sms makian, tanpa air mata penyesalan.

Gw berhenti peduli. Saking ga pedulinya, gw lupa kalo dia exist dan cukup terkejut tiap kali dia muncul di layar : hi cute. hi cupcake, hi apple pie (dan lain2 yang enak dimakan..blm pernah sih dia bilang ‘hi pizza’ hehehe).

Pembicaraan tadi malam membuat gw tersenyum. Kalo dulu dia adalah sendok yang mengaduk2 perasaan gw, sekarang bagi gw dia lepek. Ga ngaruh gitu. Gelas penting…buat minum, sendok perlu..buat ngaduk. Lepek? Supaya ga kotor? Halah..ada tisu..ada lap pel :))

(anyway, now as I’m finishing this post he just pops out and says ‘u der?’ 😛 )

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. Livy
    Apr 29, 2009 @ 09:47:29

    hhmmm, nice story sis…
    keep on fire in ur life.

    Livy ~ http://www.myblessinghome.com

    Reply

  2. fennychandra
    Apr 29, 2009 @ 22:45:00

    yep… semoga bisa menjadi pelajaran buat perempuan2 lain hahaha…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: